BAB 3 BERFIKIR KRITIS DAN DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA
A. Pengantar Berpikir Kritis
1. Dunia Sekitarku – Dalam era digital ini, berita dan informasi tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari media cetak hingga digital yang disebarluaskan melalui berbagai cara.
2. Apa itu berpikir kritis – Kemampuan untuk menganalisis, menilai, dan mengevaluasi informasi secara mendalam sebelum menerima atau menolaknya.
3. Berpikir Kritis dan Pengambilan Keputusan – Adalah proses memilih satu pilihan terbaik dari beberapa alternatif untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan.
Penjelasan Proses Pengambilan Keputusan:
1. Identifikasi Masalah \rightarrow Rumuskan dengan jelas masalah yang harus diambil keputusannya, apa tujuannya, serta batasan-batasan yang ada.
2. Identifikasi Kriteria \rightarrow Tetapkan kriteria yang akan digunakan untuk mengambil keputusan.
3. Tetapkan Bobot Kriteria \rightarrow Tiap kriteria maupun sub-kriteria bisa memiliki tingkat kepentingan yang berbeda sehingga diberikan bobot.
4. Identifikasi Alternatif \rightarrow Pada tahap ini ada beberapa alternatif yang mungkin dipilih sebagai alternatif solusi.
5. Evaluasi Alternatif \rightarrow Mengevaluasi setiap alternatif berdasarkan kriteria atau bobot yang ditetapkan.
6. Pilih Alternatif Terbaik
7. Implementasi Keputusan
8. Evaluasi Keputusan
Tujuan: Membentuk pola pikir kritis dalam menilai dampak sosial dari penerapan teknologi.
Ada beberapa tantangan di era digital ini, yaitu:
a. Hoaks
b. Penyalahgunaan data
c. Keamanan informasi
4. Elemen Berpikir, Standar Intelektual, dan Karakter Intelektual
Ketika seseorang berpikir, ia melakukan beberapa hal berikut:
a. Mengambil sudut pandang tertentu
b. Menetapkan tujuan tertentu
c. Mempersoalkan suatu hal tertentu
d. Memanfaatkan informasi (dapat berupa data, fakta, observasi, maupun pengalaman)
e. Melakukan interpretasi dan inferensi untuk mengambil kesimpulan dan solusi
f. Menerapkan teori atau konsep yang berkaitan
g. Menggunakan beberapa asumsi
h. Mengidentifikasi implikasi dan konsekuensinya
Standar Intelektual:
1. Kejelasan: Definisi: bisa dipahami maknanya.
2. Akurasi: Definisi: benar, tidak ada kesalahan.
3. Presisi: Definisi: tepat, rinci hingga level tertentu.
4. Relevansi: Definisi: terkait dengan hal yang dibahas.
5. Kedalaman: Definisi: Adanya keterkaitan antara banyak elemen, yang akibatnya membutuhkan kecermatan berpikir melalui banyak variabel, berbagai konteks, ide atau pertanyaan.
6. Keluasan: Definisi: Mencakup berbagai sudut pandang dan perspektif yang luas, komprehensif.
7. Logika: Definisi: Secara keseluruhan masuk akal, tidak ada kontradiksi.
8. Signifikan: Definisi: Penting, menjadi konsekuensi.
9. Keadilan: Definisi: tidak memuat hal-hal berikut: bias, ketidakjujuran, pilih kasih, kepentingan diri sendiri, kebohongan atau ketidakadilan.
10. Kelengkapan: Definisi: Mencakup semua aspek.
Unsur :
– Tujuan
– Kesimpulan
– Pertanyaan
– Konsep
– Sudut pandang
– Implikasi
– Informasi
– Asumsi
Sifat Intelektual:
1. Kerendahan hati
2. Otonomi intelektual
3. Integritas intelektual
4. Keberanian intelektual
5. Ketekunan intelektual
6. Keyakinan dalam bernalar
7. Empati intelektual
8. Pikiran yang adil
Intuisi adalah proses yang memberi kita kemampuan untuk mengetahui sesuatu secara langsung tanpa penalaran analitis, yang menjembatani kesenjangan antara bagian sadar dan tidak sadar dari pikiran kita, dan juga antara insting dan nalar.
B. Kajian Kritis Penerapan Informasi dalam Bidang Pertanian
* Bidang Pertanian: Penggunaan IoT, big data, dan AI untuk meningkatkan hasil panen. Tetapi ada risiko biaya tinggi dan ketergantungan teknologi.
* Bidang Kesehatan: Robot medis, aplikasi kesehatan, rekam medis digital.
* Tantangan: Privasi, keamanan data, dan juga pemerataan akses.
C. Kajian Kritis Penerapan Informatika dalam Bidang Kesehatan
Bidang kesehatan adalah bidang yang selalu menjadi perhatian manusia karena orang selalu ingin hidup lebih sehat agar mampu beraktivitas dengan leluasa. Setiap individu di manapun berada berhak untuk hidup sehat. Berbagai macam teknologi dapat dan sudah diciptakan manusia terutama yang memiliki masalah kesehatan.
Latar Belakang:
– Kesehatan adalah hak semua orang, tapi sering terkendala akses, biaya, dan tenaga medis yang terbatas.
– Teknologi informatika membantu membuat pelayanan kesehatan lebih cepat, akurat, dan merata.
Contoh Penerapannya dalam Informatika:
1. Rekam Medis Elektronik (Electronic Medical Record/EMR)
Data pasien disimpan secara digital.
Mengurangi risiko salah diagnosis karena data lebih lengkap.
2. Aplikasi Konsultasi Online (Telemedicine)
Pasien bisa berkonsultasi lewat aplikasi tanpa harus datang ke rumah sakit.
Cocok untuk daerah terpencil.
3. Robot Medis dan AI
Robot bisa membantu operasi atau merawat pasien.AI menganalisis hasil rontgen atau scan untuk mendeteksi penyakit lebih cepat.
Contoh: Buddy The Robot yang membantu pasien di rumah sakit.
4. Wearable Device
Jam pintar (Smartwatch) bisa memantau detak jantung, kadar oksigen, dan pola tidur.
Data kesehatan dikirim ke aplikasi dan bisa dipantau dokter.
– Manfaat Utama:
•Perawatan lebih cepat dan tepat untuk mengurangi risiko kematian.
•Pasien lebih mudah mendapat akses layanan kesehatan.
•Data lebih rapi dan bisa dipakai untuk penelitian kesehatan.
•Meringankan pekerjaan dokter dan tenaga medis.
– Tantangan dan Risiko:
•Privasi data pasien: Rekam medis digital rawan diretas atau disalahgunakan.
•Biaya perangkat tinggi : Tidak semua rumah sakit mampu membeli robot medis.
•Kesenjangan akses : Daerah terpencil mungkin tidak punya internet stabil.
•Mengurangi sentuhan manusia : Pasien bisa merasa lebih "dingin" jika dilayani robot.
–Penerapan Informatika di Bidang Pertanian
Latar Belakang:
–Permasalahan klasik: cuaca tidak menentu, serangan hama, keterbatasan lahan, kesalahan distribusi pupuk, dan keterbatasan tenaga kerja.
–Teknologi informatika hadir untuk membantu efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan pertanian.
––Contoh Penerapan Informatika:
1. Internet of Things (IoT) untuk Smart Farming
•Sensor dipasang di lahan \rightarrow mengukur suhu, kelembaban tanah, dan intensitas cahaya.
•Data dikirim ke server.
•Contoh: sistem irigasi otomatis yang menyiram saat tanah kering.
2. Big Data dan AI
•Data cuaca, tanah, dan pola panen dianalisis.
•AI bisa memprediksi kapan waktu tanam terbaik atau jenis pupuk yang paling cocok.
Manfaat Utama:
•Efisiensi tenaga kerja dan biaya.
•Produktivitas meningkat.
•Data lebih akurat.
•Petani lebih terhubung dengan pasar.
Tantangan dan Risiko:
•Biaya mahal: petani kecil mungkin tidak mampu membeli sensor, drone, atau aplikasi berbayar.
•Kesenjangan teknologi: hanya petani di kota atau daerah maju yang bisa menikmati, sementara petani desa tertinggal.
•Ketergantungan pada teknologi: kalau sistem error, panen bisa gagal.
•Privasi data pertanian: data hasil panen dan lahan bisa disalahgunakan pihak tertentu.
•Penerapan informatika di bidang kesehatan dan di bidang pertanian adalah dua contoh nyata bagaimana informatika dapat mengubah kehidupan.
•Manfaatnya sangat amat besar, yaitu: lebih efisien, akurat, dan mengubah jadi memudahkan manusia.
•Risiko juga besar: biaya, privasi, ketergantungan, dan ketidakmerataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar