Rabu, 08 April 2026

Resume Membuat Aplikasi 7 April 2026

1. Persiapan dan Desain Antarmuka (Designer)

 Akses App Inventor: Buka Google Chrome, cari "App Inventor", dan login menggunakan akun Google.

 Membuat Project: Buat proyek baru khusus untuk aplikasi alarm.

 Layouting: Gunakan komponen Table Arrangement dari menu Layout untuk merapikan posisi input.

Komponen Input: Masukkan tiga buah TextBox. Atur ukuran lebar masing-masing menjadi 30%.

Tombol: Tambahkan sebuah Button dan ubah teksnya menjadi "Hasil Alarm".

Komponen Tambahan: Gunakan ekstensi Typhon Alarm dan tambahkan komponen Player dari menu Media sebagai pendukung fungsi alarm.

2. Menyusun Logika Aplikasi (Blocks)

Beralih ke bagian "Blocks" untuk menyusun instruksi aplikasi.

Gunakan blok perintah When Button1.Click.

Hubungkan dengan blok dari ekstensi Typhon Alarm. Masukkan data dari TextBox1, TextBox2, dan TextBox3. Pastikan properti komponen diganti menjadi "Text" agar aplikasi dapat membaca input jam dan keterangan yang diketik user.

3. Instalasi di Smartphone

Build Aplikasi: Klik menu Build di bagian atas, lalu pilih Android App (.apk). Tunggu hingga proses kompilasi selesai.

Download & Install:Unduh file APK yang sudah jadi ke HP, lalu buka file tersebut untuk memulai instalasi.

 Jika muncul peringatan keamanan, pilih "Tetap Install" dan tunggu hingga aplikasi terpasang di sistem.

4. Cara Penggunaan

 Buka aplikasi yang sudah terinstal.

Masukkan "judul pengingat" dan "waktu alarm" (jam dan menit) pada kolom yang tersedia.

Klik tombol "Hasil Alarm". Sistem akan secara otomatis menjadwalkan alarm sesuai dengan input yang Anda berikan.

Tonton videonya disini : https://youtu.be/PbvQukgnylU?si=zlvSJlLnlQqjumpu


Senin, 30 Maret 2026

Tugas Rangkuman Video Youtube #6

Video tutorial bertajuk "Belajar Membuat Aplikasi Android MIT APP Inventor | 6. DICTIONARY, GET DATA FROM WEB API" ini memberikan panduan mendalam tentang cara mengolah data format JSON menggunakan komponen Dictionary dan cara mengambil data dari internet melalui Web API.

​Berikut adalah rangkuman mendetail mengenai isi materi dalam video tersebut:

​1. Konsep Dasar Dictionary (JSON)

​Dictionary sebagai Wadah Data: Dictionary digunakan untuk menyimpan data dalam pasangan Key (kunci) dan Value (nilai). Ini adalah standar dalam format JSON yang sering digunakan untuk pertukaran data di web. 

​Membuat Dictionary: Pengajar mendemonstrasikan cara membuat dictionary secara manual menggunakan blok make a dictionary dengan pasangan seperti buah: apel dan harga: 4000.

​Manipulasi Data: Diajarkan cara mengubah (set) nilai yang sudah ada di dalam dictionary dan cara mengambil (get) nilai spesifik berdasarkan kuncinya untuk ditampilkan ke label. 

​2. Mengambil Data dari Web API

​Komponen Web: Menggunakan komponen non-visual Web untuk melakukan koneksi ke URL API luar. 

​Proses Request (GET): 1. Mengatur URL tujuan (misalnya API berita atau data cuaca).

2. Menjalankan perintah Web1.Get untuk mengambil data. 

​Menangani Respon: Saat data diterima (GotText), aplikasi akan mendapatkan isi respon dalam bentuk teks mentah. Pengajar menggunakan blok JsonTextDecodeWithDictionaries untuk mengubah teks tersebut kembali menjadi format dictionary agar mudah diproses oleh App Inventor. 

​3. Studi Kasus: Aplikasi Monitoring COVID-19 (Kawal Corona)

​Pengajar mempraktikkan teori di atas dengan membangun aplikasi pemantau data COVID-19 secara real-time:

​Sumber Data: Menggunakan API dari "Kawal Corona" untuk mendapatkan angka positif, sembuh, meninggal, dan dirawat di Indonesia. 

​Teknik Pembersihan Data (Data Cleaning): Kadang data API mengandung karakter yang tidak diinginkan (seperti kurung siku []). Pengajar mengajarkan teknik replace all text untuk menghapus karakter tersebut agar data bisa dibaca sebagai dictionary murni. 

​Update Real-time: Menggunakan komponen Clock (Timer) agar aplikasi secara otomatis memperbarui data setiap beberapa detik (misalnya 5 detik sekali) tanpa perlu menekan tombol. 

​4. Desain Antarmuka (UI Layout)

​Pengaturan tampilan menggunakan Vertical dan Horizontal Arrangement untuk menyusun informasi jumlah pasien secara rapi. 

​Memberikan pembeda visual melalui warna teks (misal: Merah untuk Positif, Hijau untuk Sembuh) dan ukuran font yang besar agar mudah dibaca. 

​5. Tugas Praktik Sesi 6

​Peserta diminta untuk membuat aplikasi yang mengambil data dari Web API secara bebas:

​Opsi Tema: Bisa melanjutkan monitoring COVID-19, mencari API jadwal salat, data cuaca (Weather API), atau data lainnya. 

​Persyaratan: Aplikasi harus mampu mengambil data dari web, memprosesnya melalui dictionary, dan menampilkannya dengan rapi di antarmuka Android. 

​Kesimpulan:

Sesi ini sangat krusial karena mengajarkan cara membuat aplikasi yang dinamis dan terhubung dengan dunia luar, bukan sekadar aplikasi statis. Kemampuan mengolah JSON dan API adalah keahlian dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pengembang aplikasi modern.

Tonton videonya disini : https://youtu.be/hRF2kmLOBq8?si=jjBbUc9dpGQF4qxh

Tugas Rangkuman Video Youtube #5.1

Video tutorial berjudul "Belajar MIT App Inventor | DISKUSI SESI 5" ini merupakan sesi tanya jawab interaktif yang membahas implementasi logika kontrol untuk aplikasi stopwatch atau timer, khususnya mengenai fitur Start dan Stop.

​Berikut adalah rangkuman mendetail mengenai isi diskusi teknis dalam video tersebut:

​1. Implementasi Fitur Start dan Stop

​Pertanyaan utama dalam diskusi ini adalah bagaimana cara memberhentikan (stop) timer yang sedang berjalan. Pengajar mendemonstrasikan dua pendekatan utama:

​A. Menggunakan Dua Tombol Terpisah (Start & Stop)

​Logika Variabel Mode: Pengajar menyarankan pembuatan variabel global bernama mode yang berfungsi sebagai penanda status aplikasi.

​Mekanisme Kerja:

​Saat tombol Start diklik, nilai variabel mode diubah menjadi teks "Start".

​Saat tombol Stop diklik, nilai variabel mode diubah menjadi teks "Stop".

​Kontrol Sensor: Di dalam blok Clock.Timer, ditambahkan logika If (jika). Program hanya akan menambah angka (increment) jika variabel mode bernilai "Start". Jika bernilai "Stop", sensor tetap aktif namun tidak ada perubahan angka yang terjadi, sehingga stopwatch terlihat berhenti.

​B. Menggunakan Satu Tombol Multifungsi (Toggle Start/Stop)

​Pengajar juga menunjukkan teknik yang lebih efisien dengan hanya menggunakan satu tombol yang bisa berubah fungsi:

​Logika Toggle: Menggunakan blok If-Then-Else untuk mengecek status saat ini.

​Alur Program: Jika saat tombol diklik statusnya adalah "Stop", maka ubah status menjadi "Start" dan ganti teks tombol menjadi "STOP". Sebaliknya, jika diklik saat status "Start", ubah menjadi "Stop" dan ganti teks tombol menjadi "START".

​2. Manajemen Komponen dan Tampilan (UI)

​Sinkronisasi Teks Tombol: Diskusi menekankan pentingnya mengubah teks pada tombol secara real-time agar pengguna tahu aksi apa yang akan terjadi selanjutnya (misalnya, teks berubah dari "Mulai" menjadi "Berhenti").

​Label Status: Penjelasan mengenai cara menghubungkan variabel mode dengan label di layar untuk memberikan umpan balik visual kepada pengguna mengenai status timer saat ini.

​3. Struktur Penulisan Kode di App Inventor

​Penempatan Variabel: Salah satu poin diskusi penting adalah mengenai posisi penempatan blok variabel global. Pengajar menjelaskan bahwa di MIT App Inventor, blok variabel bersifat non-struktural secara posisi fisik di kanvas.

​Fleksibilitas Kanvas: Pengguna bebas meletakkan blok variabel di mana saja (atas, bawah, kiri, atau kanan) tanpa mempengaruhi urutan eksekusi program. Hal yang paling penting adalah hubungan logika antar blok, bukan posisinya di layar kerja.

​4. Tips Debugging dan Pengembangan

​Pengajar menyarankan peserta untuk mengambil tangkapan layar (screenshot) dari susunan blok yang benar sebagai referensi saat mengerjakan tugas.

​Diskusi ini bertujuan untuk melatih logika berpikir "State Machine" sederhana, di mana aplikasi berperilaku berbeda berdasarkan status/mode yang sedang aktif.

​Kesimpulan:

Video diskusi ini memberikan solusi praktis bagi pengembang aplikasi untuk mengontrol alur waktu dalam aplikasi mereka, beralih dari timer yang berjalan otomatis menjadi sistem yang dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna melalui antarmuka tombol.

​Tonton videonya disini : https://youtu.be/c_IfxCW7y4U?si=QE6-fF4SyrpP1D2J

Tugas Rangkuman Video Youtube #5

Video tutorial bertajuk "Belajar Membuat Aplikasi Android MIT App Inventor | 5. SENSOR CLOCK, TIMER, STOPWATCH" ini memberikan panduan mendalam tentang penggunaan komponen sensor waktu di MIT App Inventor untuk membangun logika jam, penghitung waktu, dan stopwatch.

​Berikut adalah rangkuman mendetail mengenai isi video tersebut:

​1. Pengenalan Sensor Clock

​Universalitas: Pengajar menjelaskan bahwa sensor Clock adalah sensor yang pasti ada di setiap perangkat Android, berbeda dengan sensor lain seperti Barometer atau Magnetometer yang bergantung pada spesifikasi perangkat. 

​Timer Interval: Satuan yang digunakan adalah milidetik (milliseconds). Interval 1000 berarti satu detik. Pengajar mendemonstrasikan bagaimana mengubah interval ini (misalnya menjadi 100 atau 10) untuk membuat penghitung yang lebih cepat atau lebih lambat.

​2. Logika Dasar Timer dan Variabel

​Event When Clock.Timer: Ini adalah blok utama yang akan menjalankan perintah secara berulang setiap kali interval waktu tercapai. 

​Increment (Penambahan): Menggunakan variabel global (misal: timer) yang nilainya terus bertambah satu (+1) setiap kali sensor berdetak. Nilai ini kemudian ditampilkan pada label di layar. 

​3. Membangun Logika Stopwatch (Milidetik, Detik, Menit)

​Video ini mengajarkan cara membuat sistem waktu yang terstruktur (mirip stopwatch):

​Milidetik ke Detik: Jika variabel milidetik mencapai angka 99 (atau 100), maka variabel tersebut diatur kembali ke 0 dan variabel Detik bertambah 1.

​Detik ke Menit: Jika variabel detik mencapai 59, maka variabel detik diatur kembali ke 0 dan variabel Menit bertambah 1.

​4. Desain Antarmuka (UI Layout)

​Layouting: Penggunaan Horizontal Arrangement untuk menyejajarkan label menit, detik, dan milidetik secara mendatar.

​Styling: Pengaturan ukuran font (misal: ukuran 50) agar tampilan angka terlihat besar dan jelas seperti jam digital sungguhan. Pengajar juga menunjukkan cara mengatur teks agar berada di tengah (center).

​5. Penjelasan Kode (Blocks)

​Pengajar memperlihatkan seluruh susunan blok kode untuk memastikan peserta memahami bagaimana menghubungkan logika variabel dengan tampilan label di aplikasi. 

​Konsep ini dibandingkan dengan fungsi millis() pada pemrograman Arduino bagi mereka yang terbiasa dengan mikrokontroler. 

​6. Tugas Praktis (Sesi 5)

​Tujuan: Membuat aplikasi stopwatch sederhana.

​Fitur Tambahan (Lap/Save): Peserta diminta menambahkan tombol "Simpan" (seperti fitur Lap pada stopwatch). Ketika tombol diklik, waktu yang sedang berjalan (Menit:Detik:Milidetik) harus disalin dan ditampilkan ke dalam daftar di label riwayat atau List View di bagian bawah. 

​Logika Riwayat: Tugas ini melatih cara menggabungkan data teks (join) dan menyimpan riwayat data tanpa menghapus data sebelumnya. 

​Kesimpulan:

Sesi ini sangat penting untuk memahami manajemen waktu dalam aplikasi Android, yang berguna untuk berbagai fitur seperti game loop, countdown, atau aplikasi produktivitas.

​Tonton videonya disini : https://youtu.be/e1UZEvCZobM?si=__oPr9Lco9l0eLpL

Tugas Rangkuman Video Youtube #4.2

Video tutorial ini merupakan kelanjutan dari seri MIT App Inventor yang berfokus pada teknik pemrograman tingkat lanjut untuk membuat aplikasi Alarm dengan Perintah Suara Penuh. Dalam video ini, pengguna tidak lagi memilih waktu secara manual, melainkan cukup mengucapkan satu kalimat perintah untuk mengatur seluruh alarm.

​Berikut adalah rangkuman mendetail mengenai isi video tersebut tanpa keterangan waktu:

​1. Konsep Utama: Satu Kalimat untuk Semua Data

​Tujuan utama dari tutorial ini adalah membuat aplikasi yang mampu menangkap satu kalimat utuh, seperti "Bangunkan saya jam 12:30", lalu secara cerdas memisahkan teks tersebut menjadi dua bagian:

​Pesan Alarm: "Bangunkan saya"

​Waktu Alarm: "12:30"

​2. Teknik String Manipulation (Memisahkan Teks)

​Bagian tersulit dan paling krusial dalam video ini adalah cara memproses teks hasil suara (String). Pengajar menggunakan beberapa teknik pemrograman:

​Fungsi Split: Digunakan untuk memotong kalimat menjadi daftar (list). Pengajar menggunakan kata "jam" sebagai pemisah (delimiter). Kalimat yang berada sebelum kata "jam" diambil sebagai pesan, dan angka setelahnya diambil sebagai waktu.

​List Indexing: Setelah teks dipotong, aplikasi menggunakan indeks list (posisi 1 dan 2) untuk mengambil data spesifik yang dibutuhkan.

​Pemisahan Jam dan Menit: Teks waktu (seperti 12:30) dipotong kembali menggunakan tanda titik (.) atau titik dua (:) untuk mendapatkan angka jam dan menit secara terpisah agar bisa diproses oleh sistem alarm.

​3. Penanganan Kesalahan (Error Handling)

​Pengajar menunjukkan realitas dalam pengembangan aplikasi di mana hasil pengenalan suara Google seringkali bervariasi. Ia mengajarkan cara menangani berbagai format suara:

​Variasi Format: Terkadang suara menghasilkan format "12.30" (titik), "12:30" (titik dua), atau "12 30" (spasi).

​Blok If-Then-Else: Pengajar membuat logika bertingkat untuk memeriksa apakah teks mengandung titik, spasi, atau kombinasi keduanya. Jika satu format gagal, aplikasi akan mencoba format lainnya sehingga aplikasi tidak crash dan alarm tetap terpasang.

​4. Penggunaan Variabel dan List

​Variabel Global: Digunakan untuk menyimpan data sementara seperti data_suara, pesan, jam, dan menit.

​History List: Setiap alarm yang berhasil disetel ditambahkan ke dalam riwayat pencatatan agar pengguna bisa melihat daftar alarm yang sudah dibuat sebelumnya dalam sesi tersebut.

​5. Integrasi Ekstensi Alarm (Taifun)

​Setelah data jam dan menit berhasil dipisahkan menjadi angka murni, data tersebut dikirim ke Alarm Extension. Pengajar menekankan bahwa:

​Pendaftaran Otomatis: Begitu perintah suara selesai diproses, alarm langsung terdaftar di sistem Android tanpa perlu menekan tombol simpan tambahan.

​Keterbatasan Emulator: Fitur ini harus diuji langsung di perangkat fisik (file APK) karena emulator atau AI Companion seringkali tidak memiliki izin akses untuk memodifikasi alarm sistem.

​6. Tantangan dalam Pengenalan Suara

​Video ini juga memperlihatkan proses debugging secara jujur:

​Masalah Angka Tunggal: Saat mengucapkan jam di bawah 10 (misal: "jam 9"), Google Voice terkadang tidak memberikan angka nol di depan ("09"), yang bisa menyebabkan masalah pada beberapa sistem.

​Solusi Praktis: Pengajar menyarankan format pengucapan yang lebih jelas (menggunakan titik) agar mesin lebih mudah mengenali pemisahan antara jam dan menit.

​7. Kesimpulan dan Pengembangan

​Aplikasi ini menunjukkan kekuatan MIT App Inventor dalam memproses data teks yang kompleks. Pengajar menyarankan agar logika ini bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya untuk mengontrol perangkat keras (seperti menyalakan lampu melalui Arduino) hanya dengan perintah suara yang fleksibel.

​Tonton videonya disini : https://youtu.be/Knii1VnY1mo?si=JaRimHxMwcAOev9s

Tugas Rangkuman Video Youtube #4.1

Video tutorial berjudul "Belajar MIT App Inventor | REVIEW TUGAS 4" ini berisi pembahasan solusi mendalam untuk tugas pembuatan aplikasi alarm yang mengintegrasikan fitur perintah suara (Speech Recognition) dan pemilihan waktu (Time Picker).

​Berikut adalah rangkuman detail dari isi video tersebut tanpa keterangan waktu:

​1. Desain Antarmuka (UI) yang Responsif

​Pengaturan Screen: Pengajar memulai dengan mengatur tema aplikasi ke "Device Default" agar tampilan komponen visual mengikuti gaya sistem Android modern.

​Layouting: Penggunaan Vertical Arrangement dan Horizontal Arrangement ditekankan. Lebar (width) komponen diatur ke "Fill Parent" untuk memastikan aplikasi bersifat responsif, artinya tampilan akan menyesuaikan secara otomatis baik saat dibuka di layar HP kecil maupun tablet.

​Komponen Utama: Aplikasi terdiri dari tombol untuk aktivasi suara, label untuk menampilkan pesan/judul alarm, Time Picker untuk memilih waktu, tombol simpan, dan List View untuk menampilkan riwayat alarm.

​2. Logika Pengenalan Suara (Speech Recognition)

​Input Judul Alarm: Alih-alih mengetik, pengguna menggunakan suara untuk menentukan judul atau pesan alarm.

​Variabel Global: Data suara yang ditangkap oleh komponen Speech Recognizer disimpan ke dalam variabel global pesan. Hal ini bertujuan agar data tersebut bisa digunakan kembali di berbagai bagian program tanpa kehilangan nilainya.

​Update UI: Setelah suara diproses, hasilnya langsung ditampilkan pada label agar pengguna bisa memverifikasi apakah pesan yang ditangkap sudah sesuai.

​3. Manajemen Waktu dan Penggabungan Data

​Time Picker Logic: Saat pengguna memilih waktu, aplikasi mengambil data jam (hour) dan menit (minute).

​Fungsi Join: Pengajar mendemonstrasikan penggunaan blok "Join" dalam kategori teks untuk menggabungkan jam dan menit dengan pemisah titik dua (contoh: "07:30"). Hasil penggabungan ini kemudian ditampilkan pada label waktu.

​Penyimpanan Variabel: Jam dan menit masing-masing disimpan dalam variabel terpisah (Global jam dan Global menit) untuk mempermudah integrasi dengan fungsi alarm nantinya.

​4. Sistem Riwayat (History) dengan List View

​Logika Penyimpanan: Setiap kali tombol "Simpan Alarm" diklik, aplikasi akan menggabungkan judul alarm dan waktu pilihan menjadi satu baris teks.

​Update List View: Teks tersebut kemudian dimasukkan ke dalam komponen List View. Pengajar menunjukkan cara membuat daftar ini bersifat akumulatif (data baru tidak menghapus data lama) sehingga muncul seperti daftar tugas atau riwayat alarm.

​Reset Input: Setelah data disimpan ke daftar, aplikasi secara otomatis mengosongkan label pesan dan label waktu kembali ke tulisan awal (default), memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

​5. Integrasi Alarm Extension (Taifun)

​Ekstensi Pihak Ketiga: Karena fitur alarm internal terbatas, pengajar mengimpor ekstensi Alarm dari Pura Vida Apps.

​Pendaftaran ke Sistem: Menggunakan blok dari ekstensi tersebut, data dari variabel (pesan, jam, dan menit) dikirim langsung ke sistem Android.

​Penjelasan Logika Waktu: Pengajar memberikan klarifikasi penting mengenai cara kerja alarm Android: jika waktu yang disetel sudah terlewat untuk hari ini, sistem otomatis menjadwalkannya untuk besok. Namun, jika waktu tersebut belum terlewat, alarm akan berbunyi di hari yang sama.

​6. Proses Build dan Pengujian

​Edukasi Build APK: Video menunjukkan cara mengubah proyek menjadi file .apk agar bisa diinstal secara permanen di perangkat Android.

​Live Demo: Demonstrasi langsung menunjukkan aplikasi berhasil menyetel alarm di sistem Android dengan notifikasi yang muncul di bilah status HP.

​Kesimpulan:

Video ini merupakan tutorial praktis yang mengajarkan cara membangun aplikasi fungsional yang menggabungkan berbagai teknologi (Speech-to-Text, Data Handling, dan System Integration) untuk menghasilkan aplikasi Android yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

​Tonton videonya disini : https://youtu.be/IDKrlnX0knU?si=XpBfCtP0Z85TM7e2

Tugas Rangkuman Video Youtube #4

Video tutorial berjudul "Belajar Membuat Aplikasi Android MIT App Inventor | 4. MEMBUAT ALARM" ini membahas langkah-langkah pembuatan aplikasi alarm menggunakan fitur bawaan dan tambahan (extension).

​Berikut adalah rangkuman detail dari isi video tersebut:

​1. Pengenalan Tema dan Komponen (UI)

​Perbedaan Tema: Pengajar menjelaskan perbedaan antara tema Classic dan Device Default. Menggunakan tema Device Default akan membuat tampilan komponen seperti Time Picker terlihat lebih modern sesuai versi Android terbaru. 

​Komponen Utama:

​Time Picker: Digunakan untuk memilih jam dan menit.

​Label: Digunakan untuk menampilkan pesan alarm dan waktu yang telah dipilih.

​Button: Untuk memicu perintah simpan alarm dan fitur suara.

​2. Menggunakan Extension dari Luar

​Karena fitur alarm bawaan MIT App Inventor terbatas, pengajar mendemonstrasikan cara mengimpor Extension.

​Sumber: Mengambil dari situs Pura Vida Apps (Taifun). Extension yang digunakan adalah Alarm Extension. 

​Importing: Cara memasukkannya adalah dengan menu Extension > Import Extension > masukkan file .aix.

​Keterbatasan: Versi gratis hanya bisa menyetel satu alarm dan tidak bisa mengatur hari secara spesifik (fitur tersebut ada di versi premium).

​3. Implementasi Fitur Suara (Speech Recognition)

​Aplikasi ini dilengkapi fitur agar pengguna bisa menginput pesan alarm melalui suara.

​Komponen Speech Recognizer: Digunakan untuk mengubah ucapan menjadi teks.

​Logika: Saat tombol "Set Pesan" diklik, aplikasi akan memanggil Google Voice. Hasil ucapan tersebut disimpan ke dalam Variabel Global bernama pesan, lalu ditampilkan pada sebuah label.

​4. Logika Pemrograman (Blocks)

​Penyimpanan Waktu: Saat waktu dipilih melalui Time Picker (event AfterTimeSet), nilai jam dan menit disimpan ke dalam variabel global agar mudah dipindahkan atau digabungkan.

​Menyimpan ke Sistem Android: Saat tombol "Simpan Alarm" diklik, aplikasi memanggil fungsi dari Alarm Extension untuk mendaftarkan alarm ke sistem Android secara resmi.

​Android Permissions: Pengajar mengingatkan bahwa saat menjalankan aplikasi melalui AI Companion (simulator), mungkin akan muncul pesan error terkait izin akses (permission). Error ini biasanya hilang setelah aplikasi di-build menjadi file .apk dan diinstal langsung ke HP.

​5. Demonstrasi Hasil

​Pengajar menunjukkan aplikasi yang sudah diinstal di HP. Saat jam dipilih (misal: 04:00 subuh) dan tombol simpan diklik, muncul notifikasi sistem Android: "Alarm telah disetel 7 jam dari sekarang".

​Alarm tersebut otomatis terintegrasi dengan aplikasi jam bawaan Android lengkap dengan pesan teks yang diinput (misal: "Bangun Tidur").

​6. Tugas Praktis (Tugas 4)

​Peserta diminta membuat aplikasi alarm versi sendiri dengan kreativitas bebas.

​Tantangan Tambahan: Peserta disarankan mencoba membuat fitur History. Jadi, setiap kali alarm disimpan, riwayat pesan dan waktunya akan muncul dalam daftar ke bawah (List View atau gabungan label), bukan sekadar mengganti data yang lama.

​Kesimpulan:

Sesi ini mengajarkan cara memperluas fungsi MIT App Inventor dengan extension pihak ketiga, cara menangani input suara, serta cara berinteraksi langsung dengan fitur sistem operasi Android (Alarm).

​Tonton videonya disini : https://youtu.be/ZdSsuH932Gs?si=-PZQTi1-zXJg9jWj

Resume Membuat Aplikasi 7 April 2026

1. Persiapan dan Desain Antarmuka (Designer)  Akses App Inventor: Buka Google Chrome, cari "App Inventor", dan login menggunakan a...